PELAIHARI NEWS– Kawasan Jalan Hadji Boejasin, Kota Pelaihari, berubah menjadi lautan warna dan kemeriahan pada Sabtu malam (15/8/2026). Perhelatan tahunan Tala Ethnic Carnival (TEC) II sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati area berpusat di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tanah Laut.
Lebih dari seribu peserta tampil memukau memamerkan ragam pakaian adat Nusantara hingga busana kreasi yang unik dan futuristik.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyampaikan bahwa event besar ini diselenggarakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, terkhusus bagi para pelaku UMKM, sekaligus memfasilitasi kreativitas para pecinta seni dan budaya.
Dampak positif dari perhelatan ini dirasakan langsung oleh para pedagang kecil di sekitar lokasi acara. Omzet penjualan mereka meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Lina, salah seorang pedagang UMKM yang berjualan di area festival, mengaku bersyukur atas digelarnya acara ini. Menurutnya, antusiasme pengunjung membuat pendapatannya naik berlipat ganda.
”Alhamdulillah ramai daripada biasanya. Kalau dihitung bisa 10 kali lipat. Terima kasih Bapak Bupati sudah membantu masyarakat kecil bagi kami UMKM, utamanya buat tambah penghasilan kami. Semoga sering-sering kayak gini, Pak,” ujar Lina.
Senada dengan Lina, Malik, pedagang lainnya, juga mengungkapkan kegembiraannya atas peningkatan rezeki yang didapat selama acara berlangsung. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Yuliana, pemilik UMKM Sempolan Ayam Arsy, menilai perhelatan tahun kedua TEC ini sangat luar biasa dalam menggerakkan roda ekonomi kreator lokal.
”Menurut ulun sebagai pedagang UMKM cemilan di Pelaihari, kegiatan seni budaya ini sangat bagus. Ini tahun kedua dan menurut ulun the best. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajarannya yang sudah mengadakan festival seperti ini setiap tahunnya. Mudah-mudahan Tanah Laut selalu jaya dan menjadi daerah yang terdepan,” tutur Yuliana.
Kemeriahan TEC II tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan seni dan budaya, tetapi juga terbukti menjadi angin segar bagi efektivitas pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tanah Laut. (Ben)
