PELAIHARI NEWS – Kasus begal yang sempat viral di Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, resmi dinyatakan sebagai rekayasa. Bambang, seorang pedagang bakso keliling yang sebelumnya mengaku sebagai korban, akhirnya mengaku bahwa ia hanya bersandiwara.
Kebohongan ini terungkap setelah jajaran Polres Tanah Laut melakukan penyelidikan di lokasi kejadian (TKP). Polisi menemukan banyak kejanggalan yang tidak sesuai dengan pengakuan pria asal Desa Durian Bungkuk tersebut.
Alibi Demi “Uang Belanja”
Bukan tanpa alasan, Bambang nekat berbohong demi menutupi kesalahannya kepada sang istri. Berdasarkan pengakuan pelaku, uang modal berdagang yang baru saja dikirimkan oleh istrinya dari Liang Anggang justru habis tak bersisa.
Bukannya digunakan untuk membeli bahan bakso, uang tersebut malah digunakan pelaku untuk bermain judi slot (judi online). Karena takut dimarahi dan bingung menjelaskan hilangnya uang tersebut, ia pun mengarang skenario seolah-olah dirampok di tengah jalan.
Mengaku Khilaf dan Minta Maaf
Setelah motifnya terbongkar, Bambang menyatakan penyesalannya. Ia secara resmi meminta maaf kepada aparat kepolisian dan warga Kabupaten Tanah Laut karena telah memicu keresahan dan rasa takut di masyarakat.
“Saya memohon maaf kepada pihak Kepolisian dan warga Tanah Laut. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujarnya saat memberikan keterangan.
Pesan Tegas Kapolres
Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyayangkan kejadian ini. Beliau menekankan bahwa kejujuran dalam rumah tangga sangat penting agar tidak berujung pada perbuatan melanggar hukum.
“Jauhi segala bentuk perjudian, baik slot maupun judi online lainnya. Hal tersebut tidak hanya merusak ekonomi, tapi juga menghancurkan keharmonisan keluarga,” tegas Kapolres.
Beliau juga meminta masyarakat agar tidak langsung menelan mentah-mentah berita yang viral di media sosial sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang. (Ben)
