PELAIHARI NEWS – Identitas mayat yang ditemukan warga di bibir Pantai Kasuari, Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (22/12/2025) sore akhirnya terungkap.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan dalam posisi tertelungkup di pinggir pantai. Kondisi wajah korban sudah rusak dan hanya menyisakan tengkorak, sehingga warga sekitar langsung melaporkan temuan itu ke Polsek Kurau.
Berdasarkan informasi yang beredar melalui pesan berantai dan hasil penelusuran kepolisian, korban diketahui bernama Rijki Ramadan, laki-laki, beralamat di KP Sirnagalih RT 02 RW 02, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Kurau, Iptu Bambang Hariansyah, menjelaskan bahwa korban merupakan seorang pekerja kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama tiga rekannya.
“Informasi dari kapten kapal tempat korban bekerja, mereka berempat turun ke darat untuk membeli sembako. Saat itu kondisi laut sedang buruk dengan ombak besar, sehingga mereka diduga mengalami kecelakaan laut dan kemudian kehilangan kontak,” jelas Iptu Bambang.
Keempat korban diketahui bekerja mencari ikan cumi di wilayah perairan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Dalam upaya pencarian, tiga korban lebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 18 hingga 20 Desember 2025.
“Korban yang ditemukan di Sungai Bakau ini merupakan korban keempat. Semua korban ditemukan tidak mengenakan pakaian, diduga karena berusaha berenang untuk menyelamatkan diri. Korban terakhir hanya mengenakan celana dalam,” tambahnya.
Identitas korban dipastikan melalui ciri-ciri yang melekat, salah satunya kalung yang dikenali oleh kapten kapal dan rekan kerja korban. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut untuk mencocokkan informasi kejadian.
“Dari kecocokan identik dan informasi yang saling dikuatkan, kami menyimpulkan bahwa ini adalah Rijki Ramadan, ungkap Kapolsek.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Haji Boejasin Pelaihari untuk penanganan lebih lanjut. (Ben)
